Presiden LSM G-APKM "Desak KPK RI" Kapan 17 Orang Tersangka Dana Hibah Jatim Ditangkap 

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Probolinggo — Bau tak sedap kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur kembali menyeruak ke permukaan. Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (G-APKM) yang angkat suara lantang, mempertanyakan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai “jalan di tempat”.  

Sudah sekian bulan berlalu sejak 17 nama diduga kuat terlibat dalam pusaran korupsi dana hibah Jatim, namun belum ada satupun yang benar-benar dijemput paksa. Rakyat pun mulai bertanya-tanya, 'ada apa dengan KPK?'.

Baca juga: Banjir Perdana Guncang Kraksaan, Presiden GAPKM Soroti Kesiapan Pemerintah Kabupaten Probolinggo

 “Kami rakyat Jawa Timur mulai meragukan kemampuan dan ketegasan KPK. Jangan biarkan kepercayaan rakyat luntur hanya karena kasus dana hibah ini seperti dibiarkan mengambang,” Tegas Presiden G-APKM, Juned ST, dalam pernyataannya yang disampaikan kepada awak media, Ahad (26/10/2025).

Juned menambahkan, KPK selama ini dikenal sebagai lembaga terpercaya yang berani membongkar kasus korupsi besar dari pusat hingga daerah. Tapi dalam kasus dana hibah Jatim, publik justru melihat kesan ragu-ragu, seolah ada tangan-tangan kuat yang menahan langkah penyidik.  

“Kalau KPK saja terlihat takut, lalu kepada siapa lagi rakyat bisa berharap?” Ujarnya tajam.

Baca juga: Petani Menjerit, DKUPP Malah Diskusi Harga Tembakau Paiton Rontok, Negara Seolah Cuci Tangan

G-APKM mengaku telah mengantongi sejumlah bukti dugaan kuat terkait aset-aset mencurigakan dan trik kotor berupa penarikan ‘ijon fee’ dari para penerima dana hibah. Bukti-bukti itu, kata Juned, akan segera dilampirkan dalam surat resmi yang akan dikirim ke KPK, BGN (Badan Gizi Nasional), Dewan Kehormatan DPR RI, dan DPRD Jawa Timur sebagai bentuk dukungan sekaligus desakan moral agar penegakan hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Kami tidak sedang mengada-ada. Kami punya bukti cukup kuat, dan kami siap membuka semua di hadapan hukum. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Jangan biarkan rakyat Jatim merasa dipermainkan,” Lanjutnya dengan nada keras.

Rakyat Jawa Timur, melalui G-APKM, menegaskan dukungan penuh untuk KPK agar berani bertindak cepat dan tegas. Tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda penangkapan terhadap 17 orang yang diduga terlibat dalam skandal memalukan dana hibah Jatim tersebut.  

Baca juga: Tingkatkan Harmoni Umat, Kemenag dan FKUB Probolinggo Konsolidasi Program

“Bangkitlah, KPK! Tunjukkan bahwa kalian masih tajam, masih berani, masih setia pada sumpah pemberantasan korupsi,” Seru Juned menutup pernyataannya.

Redaksi

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru