Kisah Pilu..!! 8 Hari Bayi Dikebumikan, Kini Ibunya Lagi Dirujuk ke RSUD Jamaluddin

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Belum lama ini kurang lebih 8 hari di nyatakan meninggal dunia bayi berumur 3 hari di RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin 1 sukadana, anak dari pasangan deden dan feby warga kayong utara kalimantan barat.

Yang mana kedua pasangan ini merupakan pasangan yang cukup lama tidak di karunia anak, kurang lebih 6 tahun deden dan feby hidup berdua tanpa seorang anak, keseharian mereka hanya bisa bermain dengan anak tetanggan dan keponakan.

Baca juga: Aiptu Rusmianto Layangkan Surat ke Polres Kayong Utara, Soroti Dugaan Upaya Penutupan Kasus Dana BOK

Kali ini Keluarga merasa marah dan sangat sangat kecewa  atas pelayanan kesehatan RSUD Jamaluddin yang dianggap tidak benar menjalankan tugas selaku profesi, Harus nya perawat atau dokter memberi tahu keluarga di masa masa kritis bayi kami. Terang Deden
Red

"Lebih lanjut, Ude Achmadi Paman nya deden menilai  kesalahan medis telah terjadi dan menyebabkan kematian bayi mereka.

Kini Ibu Bayi, yang awal nya di suruh pulang ke rumah usai melahirkan, Sekarang dirujuk lagi karena  mengalami komplikasi dan harus dirawat di rumah sakit. Kondisinya yang lemah dan masih dalam proses pemulihan membuat keluarga semakin khawatir. Ungkap Achmadi 

Pihak RSUD Jamaluddin menjelaskan Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut mengalami kadar bilirubin yang melebihi batas normal (hiperbilirubinemia) disertai peningkatan sel darah putih (leukosit) yang menandakan adanya infeksi berat. Kondisi ini menyebabkan gangguan serius pada fungsi organ vital bayi.

“Tim medis telah melakukan berbagai upaya sesuai standar penanganan medis, termasuk observasi intensif, fototerapi, serta perawatan suportif.  jelas Kasianus.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) dan kode etik profesi. 

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Kesehatan Kayong Utara Melebar, Nama Oknum Wartawan dan Polisi Ikut Terseret

Terkait munculnya ketidakpuasan sebagian pihak keluarga, manajemen rumah sakit menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses komunikasi terdapat hal-hal yang kurang tersampaikan dengan baik.

“Kami akan memperkuat sistem komunikasi antara petugas medis dan keluarga pasien agar setiap informasi dapat diterima dengan jelas dan terbuka,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjut, RSUD Sultan Muhammad Jamaludin 1 juga akan melakukan evaluasi internal dan audit pelayanan untuk memastikan mutu pelayanan medis terus meningkat serta kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang. Terang pihak RS

Sambung Deden, Kenapa mereka tidak bisa menjaga bayi kami?" tanya ayah bayi itu dengan nada marah dan kesedihan.

Baca juga: Kasus Penggelapan Rp50 Juta Seret Nama Oknum DPRD, Surianto Minta Polisi Bertindak Tegas

"Kami sudah mempercayakan mereka untuk menjaga kesehatan istri dan bayi Saya, tapi apa yang terjadi? Bayi kami meninggal dan sekarang istri saya juga sakit!" tambah dia.

Keluarga meminta penjelasan dari pihak rumah sakit tentang apa yang terjadi, namun mereka merasa bahwa penjelasan yang diberikan tidak memuaskan. Akhirnya Mereka memutuskan untuk mengambil tindakan lebih lanjut dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib Polres Kayong Utara.

"Ini bukan hanya tentang uang, tapi tentang keadilan untuk bayi kami," kata ayah bayi itu dengan tegas.

(Juminggu)

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru