Berita-compasnews.com, Surabaya – Aktivitas operasional di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kembali berjalan normal dan kondusif satu hari pasca insiden kapal Pacific 88. Dermaga tersebut dikelola oleh PT Pelindo Multi Terminal, bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak terus berkoordinasi untuk menyusun skema operasional dan pengaturan sandar kapal, guna memastikan pelayanan kepada pengguna jasa kepelabuhanan tetap berjalan tanpa hambatan.
Baca juga: Kapolda Jatim Tinjau Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi Pastikan Arus Balik Lebaran Lancar
Branch Manager Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy, menyampaikan bahwa sejak terjadinya insiden, Pelindo langsung bergerak cepat melakukan penanganan. Proses evakuasi korban dilakukan bersama Basarnas dan Ditpolairud, serta dilanjutkan dengan evakuasi peti kemas yang terdampak.
“Selain evakuasi, tim operasional juga melakukan pembersihan barang-barang yang tercecer di area dermaga sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi operasional, sekaligus menjaga standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di wilayah pelabuhan,” ujar Muh Junaedhy, Selasa (03/03/2026).
Ia menambahkan, Pelindo juga mengerahkan alat pencarian berupa scan sonar untuk memastikan tidak ada peti kemas yang tertinggal di perairan dan berpotensi mengganggu alur pelayaran, mengingat aktivitas kepelabuhanan di lokasi tersebut telah kembali berangsur normal.
“Saat ini kegiatan operasional di Dermaga Jamrud Selatan telah berjalan lancar dan kondusif. Kami terus melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan operasional pelabuhan tetap aman, tertib, dan terkendali,” terangnya.
Baca juga: Jumat Curhat Bersama Warga Semampir, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Sosialisasikan SIM Cak Bhabin
Sementara itu, Pelaksana Harian (Ph) KSOP Tanjung Perak, Arizal Hendriawan, memastikan bahwa seluruh proses penanganan pasca insiden kapal Pacific 88 telah dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta mengedepankan aspek keselamatan dan kelancaran operasional pelabuhan.
“Kami turut mengawal proses evakuasi dan penanganan insiden ini sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku,” kata Arizal.
Ia menegaskan, KSOP bersama Pelindo dan unsur terkait memastikan seluruh tahapan penanganan dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan area, evakuasi objek di perairan, hingga normalisasi alur pelayaran di sekitar Dermaga Jamrud Selatan.
Baca juga: Jumat Curhat, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ganyeng Bersama Anak-Anak Pabean Cantikan
Di sisi lain, Pelindo menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Sebagai bentuk kepedulian, Pelindo telah memberikan santunan kepada korban dan berkomitmen untuk menjamin pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Saat ini, insiden kapal Pacific 88 masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang dan instansi terkait guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan dan mengelola pelabuhan di 32 provinsi di Indonesia. Pelindo menjalankan peran strategis sebagai penyedia fasilitas dan layanan kepelabuhanan untuk menjamin kelangsungan serta kelancaran angkutan laut nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Editor : Badwi