Berita-Compasnews.com || Sampang – Menyambut Hari Jadi Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Sampang bersiap menggelar turnamen bola voli bergengsi bertajuk Kejuaraan Bola Volly Kapolres Cup PBV Sampang 2026. Sebagai langkah awal, agenda krusial technical meeting telah sukses dilaksanakan pada Sabtu (30/5/2026) di Gedung Polres Sampang untuk mematangkan regulasi pertandingan.
Kompetisi yang diikuti oleh 47 tim se-Kabupaten Sampang ini berkomitmen penuh untuk menjadikan arena pertandingan sebagai ajang pembinaan sekaligus pencarian talenta lokal potensial secara murni, adil, dan sportif.
Baca juga: Berbaur Tanpa Sekat, Wakapolres Sampang Nobar Bola Sambil Ngopi Bareng Warga
Mewakili Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.Pd., M.M., Wakapolres Sampang Kompol Hery Kusnanto menyatakan bahwa turnamen tahun ini mengusung aturan yang sangat ketat, terutama mengenai komposisi pemain.
Pihak panitia melarang keras setiap klub yang berlaga untuk menggunakan pemain sewaan atau "pemain bon" dari luar daerah Kabupaten Sampang.
Kebijakan radikal ini diambil sengaja agar panggung kompetisi benar-benar menjadi milik putra-putri daerah yang ingin unjuk gigi.
"Kami ingin turnamen ini menjadi wadah yang bersih dan jujur bagi atlet-atlet asli Sampang, sehingga kami melarang keras adanya pemain luar demi menjaga esensi pembinaan bakat lokal," katanya.
Lebih lanjut, Kompol Hery Kusnanto juga memaparkan antusiasme luar biasa dari masyarakat yang terlihat dari jumlah kepesertaan yang mendaftar.
Baca juga: Tragis, Tiga Bocah Bersaudara di Sreseh Sampang Tewas Tenggelam di Embung Air
Total ada 47 klub yang siap bertanding, dengan rincian 40 tim di kategori putra dan 7 tim di kategori putri. Banyaknya jumlah peserta putra menunjukkan bahwa gairah olahraga bola voli di bumi Sampang sangat tinggi dan membutuhkan wadah kompetisi yang rutin serta berkualitas.
"Melihat angka pendaftaran yang mencapai 47 tim, kami sangat optimis bahwa dari turnamen ini akan lahir bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama Sampang di level yang lebih tinggi," ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana menegaskan bahwa sanksi berat sudah disiapkan bagi tim yang nekat melanggar aturan administrasi kependudukan.
Panitia bersama tim keabsahan data akan melakukan verifikasi kartu identitas secara ketat sebelum pertandingan dimulai. Jika ditemukan ada tim yang menyusupkan pemain luar, maka sanksi diskualifikasi langsung akan dijatuhkan tanpa toleransi.
"Kejuaraan ini murni untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan klub-klub lokal di Sampang, jadi kejujuran administrasi adalah hal utama yang kami kawal," tegasnya.
Melalui skema kompetisi yang ketat dan berfokus pada potensi daerah ini, jalannya turnamen diharapkan mampu menyaring atlet-atlet berprestasi baru.
Pihak Polres Sampang berharap, pemenang dari Kapolres Cup 2026 tidak hanya menjadi juara di tingkat kabupaten, melainkan juga mampu berkontribusi membawa nama baik Sampang untuk Indonesia di berbagai event nasional di masa mendatang.
Editor : Taufik