BeritaCompasNews.Com || Sampang – Seorang pemuda berinisial RK (22), warga Dusun Langgar, Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ditemukan tewas mengenaskan akibat tersengat aliran listrik pada Sabtu (13/6/2026) sekira pukul 11.00 WIB.
Korban tersengat arus listrik saat berusaha memperbaiki mesin pompa air yang tersumbat di area sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Peristiwa tragis ini terjadi karena korban diduga kurang hati-hati dan lupa mematikan sakelar aliran listrik utama sebelum menyentuh komponen pompa air yang basah.
Baca juga: Berbaur Tanpa Sekat, Wakapolres Sampang Nobar Bola Sambil Ngopi Bareng Warga
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya insiden kecelakaan murni tersebut setelah menerima laporan dari personel Polsek Karang Penang yang langsung menerjunkan anggotanya ke tempat kejadian perkara (TKP).
Menurutnya, kronologi bermula ketika korban mengajak adik kandungnya, Misna (15), untuk mengecek kondisi mesin pompa air di sungai lantaran pasokan air ke rumah mereka mendadak berhenti mengalir.
"Sesampainya di sungai, korban mengira bahwa bagian grounding atau sistem pengetanahan pada pompa air tersebut lemah, sehingga ia langsung turun ke bawah untuk memperbaikinya tanpa memeriksa kembali jalur kabel," katanya.
AKP Eko Puji Waluyo menambahkan bahwa kelalaian fatal terjadi karena korban sama sekali tidak memutus aliran listrik yang masih mengalir dari rumah menuju mesin pompa air di sungai tersebut.
Begitu tangan kanan korban memegang bagian mesin yang bermasalah, seketika itu juga arus listrik bertegangan tinggi langsung menyengat tubuhnya hingga korban langsung terkulai lemas di lokasi kejadian.
Baca juga: Tragis, Tiga Bocah Bersaudara di Sreseh Sampang Tewas Tenggelam di Embung Air
"Adik korban yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar, namun karena kuatnya sengatan listrik, korban diduga sudah mengembuskan napas terakhirnya di lokasi," ungkapnya.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi sempat membawa korban ke Puskesmas Palengaan untuk mendapatkan kepastian medis serta upaya penyelamatan darurat.
Namun, sesampainya di puskesmas, tim medis yang bertugas menyatakan bahwa korban memang sudah dalam kondisi meninggal dunia, sehingga jenazah langsung dibawa kembali ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Baca juga: Hanya karena Tuduhan Curi Sandal dan Sanyo, Pria di Sampang Tembak Tumit Tetangganya
"Sekira pukul 12.30 WIB, anggota dari Polsek Karang Penang langsung mendatangi rumah duka untuk melakukan olah TKP awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi, di mana saat itu jenazah korban sudah selesai dimandikan dan dibungkus kain kafan," jelasnya.
Pihak kepolisian memastikan tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum setelah paman korban, Holik, yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Langgar, mewakili keluarga menyatakan telah ikhlas menerima musibah ini.
Pihak keluarga menyadari bahwa kejadian ini murni merupakan kecelakaan sendiri akibat kelalaian, yang kemudian dikuatkan secara hukum dengan penandatanganan surat pernyataan menolak otopsi.
Editor : Taufik