Jumat, 26 Jun 2026 12:39 WIB

Kembalikan Uang Perpisahan, Sikap Kepsek SMPN 1 Cipecang Diapresiasi

Berita-compasnews.com, Pandeglang - Ditengah kondisi keuangan masyakarat yang sedang sulit rupanya telah merubah sebuah tatanan kebiasan yang telah membudaya di dunia pendidikan, pada saat menjelang akhir tahun ajaran kebiasaan ini sebuah cipta kondisi para oknum kepala sekolah termasuk guru di sekolah. Seperti halnya jelang akhir tahun ajaran ini, siswa disibukan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah, biasa dan sudah masif siswa harus bayar uang perayaan ataupun perpisahan.

Maka dengan kondisi keuangan masyakarat yang sedang tidak baik-baik saja mereka para kepala sekolah harusnya sadar diri untuk mengembalikan uang tersebut kepada siswa sesuai uang yang telah masuk, berapa pun nilai uangnya tak terkecuali.

Hal tersebut seperti yang telah dilakukan olah salah satu sekolah lanjutan pertama yaitu SMP Negeri 1 Cipecang dibawah pimpinan (Kasek) Kepala Sekolah "......" yang mengembalikan uang iuran perpisahan, hal ini patut diapresiasi niat baik kepala sekolah (Kepsek) SMP Negri 1 Cipecang yang lokasi sekolahnya terletak di Desa..... Kecamatan Cipecang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Banyak problematika dalam kondisi saat ini, dugaan - dugaan oknum kepsek SMP Negeri 1 Cipecang yang berbuat untuk mencari keuntungan pribadi dan kelompok. dugaan meminta sejumlah uang kepada para siswa dengan berbagai alasan diantaranya meminta uang perpisahan, bentuk pungutan lainnya dengan dalih ini hasil musyawarah orang tua wali murid dan komite.

Semula banyak yang suudzon, beberapa sumber ortu siswa menginformasikan kepada awak media bahwa kepsek SMP Negeri 1 Cipecang, dituding sudah melakukan pungli, meminta sejumlah dana uang perpisahan.karna aturan dari bupati tida boleh maka kepsek mengundang wali murid

Berdasarkan jawaban kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Cipecang "...." saat di konfirmasi awak media diruangannya bahwa, sekolah tidak pernah memaksakan pelaksanaan perpisahan, kegiatan ini murni keinginan siswa, dan sekolah cuma memfasilitasi kegiatan tersebut.

Idris

Editor : Badwi