Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Riski Anjani (27) bersama rekan nya 15 tenaga kerja di bidang pengeboran. Kami yang berkerja di Smelter penebang di bawah naungan PT.HUAKAN.Kamis (22/5/2025)
Merasa Dengan pemulangan THL sangat berat rasa nya, tapi mau di apakan lagi bertahan juga kita tidak di perkerja kan.Pada hal kami kerja baru 2 bulan langsung di pulang kan sama PT. Huakan Beijing.
Sementara PT.HUAKAN plin-plan, tidak komitmen, mereka bertindak semena mena terdahap kami sebagai pekerja Tenaga Harian Lepas (THL)Semisal nya kalau kami tidak masuk bekerja di karenakan kami mengalami insiden kecelakaan dalam berkerja.
Mereka tetap tidak akan memasukkan HK kami, PT. Huakan selalu memutus hubungan kerja sebelah pihak,Kami berharap Pemerintah daerah Bupati serta wakil Rakyat anggota DPRD kayong utara, dalam hal ini segera ambil langkah,bantu kami putra putra daerah yang saat ini mendapatan pemutusan tenaga kerja sepihak dari PT. Huaka, Imbuh Rizki
"Lebih Lanjut, Syarif Hassanudin (34) Juga mendapat perlakuan yang sama dari pihak PT. Huakan.misal nya, saya kerja di bidang hilper tugas pembantu oprator alat berat bagian pengeboran di darat, teman teman yang lain pengeboran di laut.
Aneh nya oprator oprator dari indonesia di pulangkan, yang jelas kami hilper di pulang kan juga. Harus nya kami masih tetap kerja walaupun tidak di bagian hilper bisa juga di perbantukan ke lain agar kami tetap berkerja, dapat upah buat keluarga di rumah.
Namun nasib berkata lain, rombongan kami 15 orang THL di pulang kan.dengan harapan yang sama, saya dan teman teman yang lain nya berharap Bupati dan para wakil Rakyat kami, bantu kami kembalikan bekerja di smelter pulau penabang. Tutup udin
(Juminggu)
Editor : Badwi