Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Solidaritas Mahasiswa Dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (2/5).
Disampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk konkreat kepedulian dan kepekaan kami terhadap Kalimantan Barat Mengingat 100 hari pelantikan Gubernur Kalbar.
Kami datang untuk menanyakan apa saja langkah langkah yang sudah di lakukan Gubernur Kalbar dalam 100 hari kepemimpinanya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Kalimantan barat dan apa saja langkah konkret yang telah di lakukan Gubernur Kalbar untuk merealisasikan visi dan misinya.” ungkap Mahasiswa
Aksi ini di dasarkan atas kekecewaan Mahasiswa Solmadapar terhadap Gubernur Kalbar karena dalam 100 hari kepemimpinanya belum juga menunjukkan arah yang jelas terhadap Kalbar yang kami lihat hanyalah janji-janji yang belum menyentuh realita.
Seperti IPM yang masih rendah rangking 5 untuk Kalimantan, Infrastruktur belum merata, Lingkungan yang rusak dan tidak sehat, dan masih maraknya kasus korupsi dan belum juga mampu di selesaikan di Kalbar.
Terhadap 100 hari kerja Gubernur Kalbar H. Ria Norsan ketika menerima mahasiswa Solmadapar di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan beberapa poin penting yang sudah dan sedang serta akan dilaksanakan.
Di bidang pendidikan Membebaskan biaya SPP untuk SMA, SMK Swasta yang sudah diluncurkan beberapa hari, Menurut Gubernur walaupun tidak bisa semua karena keterbatasan anggaran, namun akan ditingkatkan jika anggaran memadai kedepan.
Anggaran 400 miliar lebih tahun ini untuk infrastruktur jalan yang dibagi rata hasil penelusuran.jalan dibangun tak dipelihara, karena tidak ada UPJJ, kita hidupkan lagi UPJJ, untuk ruas jalan provinsi Sukadana teluk batang 26 miuntu, tambah 5 miliar untuk Jembatan.” Kata Gubernur
(Juminggu)
Editor : Badwi