Jumat, 26 Jun 2026 00:40 WIB

Telan Dana Hampir 1 Milyar, Proyek Pamsimas Nipah Kuning Gagal Fungsi, Warga Minta APH Ambil Langkah Hukum

 

Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) adalah program pemerintah yang bertujuan meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin dan rentan di pedesaan. Program ini didanai oleh pemerintah pusat, daerah yang di pekerjakan adalah para kelompok warga desa, Sifat nya harus kelompok bukan perorangan.

Bujang S (52 Th) Warga desa nipah kuning kecamatan Simpang hilir kabupaten Kayong utara (KKU) provinsi kalimantan barat ( Kal-Bar) merasa mendapatkan tekanan dari warga, karena diketahui istri dari Bujang S bertugas sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sebagai suami saya sering di tanya tanya warga terkait proyek air bersih yang tidak di ketahui bersumber dari mana

Lagi pula kami selaku warga desa tidak pernah di libatkan langsung dalam kegiatan proyek tersebut, Apa lagi rapat musyawarah di tingkat desa dusun atau tingkat Rt, Pungsi nya apa kami juga tifak tahu, yang ada ini sangat merugikan keuangan negara, yang semesti nya uang negara hasil dari pajak rakyat di pergunakan untuk kepentingan rakyat bukan kelompok kelompok yang mengatasnamakan rakyat tapi tujuan memperkaya diri sendiri atau kelompok, Terang Bujang S

Tambah nya, Ia juga sempat kesal proyek yang kata di peruntukan air bersih keperluan warga desa, kini seperti sampah tak berguna, Bolah lihat kelapangan, dengan dana hampir setengah miliar, pekerjaan asal jadi, pipa main letak di tanah, harus nya di tanam, kalau seperti ini sama saja buang  bakar uang negara, bisa terjadi makan api atau di lindas kendaraan.

Belum juga tuntas tahun 2024 sekarang 2025 di suntikan lagi dana dengan angka yang sama, arti nya dua tahun berturut-turut mencapai angka hampir 1 milyar, Pekerjaan yang sangat mubazir, Imbuh Bujang S

"Di tempat yang sama, Musa (52 tahun) sangat di sayangkan sebuah bangunan yang memakan dana cukup fantastic tapi tidak punya manfaat, ya boleh di katakan proyek air bersih ini gagal total.

Tahun ini 2025 ada lagi suntikan dana 400jt xxx pembelian pipa melanjutkan proyek air bersih, yang sudah di pasang pipa saja gagal, air bersih tidak jelas sumber nya dari mana juga gagal, harus nya sumur bor bukan malah menyedot air parit di alirkan ke rumah warga, buat apa,? dari dulu kami warga mandi nyuci air parit.

Yang kami butuhkan itu air bersih yang layak minum, bukan air buat mandi atau mencuci maka dari itu kami warga menolak ada nya pemasangan pipa baru lanjutan proyek air bersih. Tegas musa

Lebih Lanjut, Menanggapi permasalahan ini Abdul Kholiq selaku aktivis lingkungan memaparkan satu persatu apa tujuan besar  Program PAMSIMAS.
pertama Meningkatkan akses air minum aman meningkatkan akses sanitasi aman menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan air minum dan sanitasi

Air minum bersih dan aman
Sanitasi yang lebih baik
Penurunan penyakit berbasis air
Peningkatan kualitas hidup masyarakat

Proses Pelaksanaan,
Identifikasi kebutuhan masyarakat
Pembentukan kelompok masyarakat perencanaan dan pembangunan infrastruktur pengelolaan dan pemeliharaan oleh masyarakat

Kriteria Desa dengan akses air minum dan sanitasi terbatas
Desa dengan tingkat kemiskinan tinggi Desa dengan potensi sumber daya air yang memadai.

Namun apa yang terjadi hari ini di desa nipah kuning, titik lokasi sebuah bangunan permanen proyek PAMSIMAS diduga Syarat kepentingan oknum oknum nakal menjadikan program pamsimas sebagai ladang kejahatan, kasar nya penjarah uang rakyat, Ini sudah jelas di depan mata pekerjaan asal jadi, pipa di letak atas tanah, harus nya pipa itu di tanam.

Belum lagi persoalan sumber air bersih juga tidak jelas dari mana sumber nya, yang ada air parit hitam di area perkebunan kelapa sawit, ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

yang jelas air itu tidak layak, tidak menutup kemungkinan sebelum mendirikan sebuah bangunan, pihak dari tim surve tidak menyerahkan sampel ke laboratorium yang ada di daerah, layak atau tidak nya setelah hasil lab keluar, Tutup Abdul Kholiq

(Juminggu)

Editor : Badwi