BeritaCompasNews.Com || Jakarta Selatan – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., secara resmi memberikan pembekalan dan memeriksa kesiapan Satuan Unsur Tugas Marinir yang akan diberangkatkan dalam Latihan Bersama (Latma) Multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) Tahun 2026.
Pemeriksaan kesiapan tempur dan personel ini digelar dalam sebuah apel khusus di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/06/2026). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh prajurit dan material siap berlaga di Hawaii, Amerika Serikat, dalam ajang latihan perang maritim internasional terbesar di dunia demi meningkatkan profesionalisme dan menjaga stabilitas kawasan.
Dalam amanatnya, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi menegaskan bahwa keterlibatan Korps Marinir dalam latihan berskala global ini bukan sekadar rutinitas dua tahunan, melainkan sebuah amanah besar dari negara. Beliau menyampaikan bahwa setiap prajurit yang berangkat mengemban tanggung jawab moral yang tinggi karena mereka berdiri sebagai representasi kekuatan militer Indonesia di mata internasional.
"Keikutsertaan dalam Latma RIMPAC merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar, di mana para prajurit yang terlibat tidak hanya membawa nama satuan, tetapi juga membawa kehormatan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, TNI, serta bangsa Indonesia di hadapan militer negara-negara sahabat," katanya.
Lebih lanjut, Pangkormar menjelaskan secara detail mengenai target strategis yang harus dicapai oleh Satuan Unsur Tugas Marinir selama berada di Hawaii nanti. Menurut beliau, latihan multilateral ini wajib dimanfaatkan secara optimal sebagai momentum emas untuk menguji, mengasah, dan meningkatkan kemampuan taktis operasi amfibi serta operasi laut gabungan yang terintegrasi.
"Latma RIMPAC menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kemampuan operasi amfibi, operasi laut, operasi gabungan, kerja sama multinasional, komunikasi taktis, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan operasi internasional yang dinamis," ungkapnya.
Pangkormar juga menambahkan bahwa selain fokus pada aspek taktis militer, ajang internasional ini harus dijadikan wadah yang efektif untuk memperluas cakrawala berpikir para prajurit. Beliau mengingatkan pentingnya menyerap perkembangan ilmu pengetahuan militer modern dan memperkuat kepercayaan diri melalui interaksi langsung dengan pasukan-pasukan terbaik dari berbagai negara.
"Jadikan latihan tersebut sebagai sarana peningkatan kemampuan militer, wadah untuk memperluas wawasan, menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman baru, serta memperkuat kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang," tuturnya.
Wawan
Editor : Taufik