Kamis, 22 Okt 2026 18:48 WIB

At-Taufikiyah Berangkatkan 55 Jemaah Umrah, Prioritaskan Layanan Kesehatan dan Kenyamanan

Berita-compasnews.com, Probolinggo – Travel umrah dan haji At-Taufikiyah bersama PT Big Royal Indonesia kembali memberangkatkan jemaah menuju Tanah Suci. Sebanyak 55 jemaah dilepas dari Masjid Rizani, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (22/10/2026), untuk menjalani ibadah umrah selama 16 hari.

Pemberangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya At-Taufikiyah dalam memberikan pelayanan perjalanan ibadah yang mencakup persiapan manasik, akomodasi, pendampingan, hingga penanganan kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Pimpinan At-Taufikiyah, H. Ahmad Taufik, mengatakan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi perhatian utama dalam setiap pemberangkatan. Pihaknya berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.

“Harapan kami, seluruh jemaah berangkat dengan aman, perjalanan lancar, bisa beribadah dengan nyaman, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta selamat,” ujarnya.

Rombongan dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Juanda menuju Jeddah pada pukul 17.00 WIB. Selama perjalanan, jemaah akan menjalani rangkaian ibadah dengan alokasi waktu 10 hari di Makkah dan lima hari di Madinah.

Untuk menunjang kebutuhan jemaah, At-Taufikiyah menyiapkan tour leader berpengalaman serta tenaga kesehatan yang mendampingi rombongan. Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu jemaah yang membutuhkan bantuan, terutama ketika mengalami keluhan kesehatan selama menjalankan ibadah.

“Yang menjadi perhatian kami, setiap pemberangkatan harus disertai tim kesehatan. Kalau ada jemaah yang mengeluhkan kondisi kesehatannya, kami berupaya membantu agar segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” jelasnya.

Selain pendampingan kesehatan, penyediaan akomodasi juga menjadi bagian dari pelayanan. At-Taufikiyah menawarkan pilihan hotel bintang empat dan bintang lima sesuai paket yang dipilih jemaah. Pengaturan kamar dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, sedangkan jarak penginapan menuju Masjidil Haram dan Masjid Nabawi turut menjadi pertimbangan.

Sebelum keberangkatan, para jemaah mengikuti pembekalan manasik untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah umrah. Pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian dari persiapan perjalanan. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah, jemaah memperoleh sertifikat, buku memori, dan suvenir.

H. Ahmad Taufik menjelaskan, pengalaman pelayanan perjalanan ibadah tersebut telah dirintis sejak 2011. Sementara itu, PT Big Royal Indonesia tercatat memiliki legalitas sejak 2019. At-Taufikiyah melayani masyarakat di wilayah Tapal Kuda dengan basis kegiatan di Pondok Gelar, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Di bidang pelayanan haji, pihaknya juga menyebut telah memiliki legalitas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta mendampingi sekitar 200 jemaah setiap tahun. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pendampingan jemaah.

Ke depan, At-Taufikiyah berencana memperkuat pelayanan melalui pengembangan kantor di sekitar kawasan Rizani, Paiton. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan mengakses layanan perjalanan ibadah.

Taufik juga mengingatkan masyarakat agar cermat memilih penyelenggara perjalanan umrah. Menurutnya, calon jemaah perlu memastikan legalitas biro perjalanan, rekam jejak keberangkatan, fasilitas yang ditawarkan, serta rincian biaya sebelum memutuskan untuk mendaftar.

“Jangan mudah terpengaruh dengan tawaran umrah yang terlalu murah. Calon jemaah harus memastikan travel-nya berizin resmi, rekam jejak keberangkatannya jelas, dan fasilitas yang dijanjikan sesuai. Pilih harga yang wajar agar perjalanan ibadah bisa dijalani dengan tenang,” tegasnya.

Ia memperkirakan paket umrah selama 16 hari dengan layanan yang memadai saat ini berada pada kisaran Rp39 juta, bergantung pada fasilitas dan pilihan paket. Karena itu, calon jemaah disarankan meminta penjelasan tertulis mengenai jadwal penerbangan, akomodasi, visa, serta bentuk pendampingan yang termasuk dalam paket.

Menutup keterangannya, Taufik menegaskan komitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat, mulai dari pembekalan sebelum keberangkatan hingga pendampingan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami ingin terus meningkatkan pelayanan, baik dari sisi manasik, kesehatan, maupun pendampingan jemaah. Mohon doa agar ke depan kami semakin maju dan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Editor : Badwi