Berita-compasnews.com, Probolinggo - Suasana publik kembali menggelegar seperti genderang perang ketika Presiden GAPKM, Juned ST, menyuarakan desakan paling keras sepanjang tahun ini. Dengan nada yang tak lagi berbentuk kritik halus, ia menghantam udara dan membelah samudra dengan seruan yang membuat meja-meja rapat di Jakarta seolah ikut bergetar , “Tangkap! Mahrus dan Anwar Sadad!”
Di tengah kemenangan KPK atas gugatan praperadilan salah satu tersangka dana hibah Jatim, Juned menegaskan bahwa ini bukan saatnya lembaga antirasuah melangkah seperti kura-kura letih. Baginya, setelah kemenangan itu, KPK seharusnya berubah menjadi macan lapar yang dibiarkan berkeliaran di hutan politik Jawa Timur mengendus, menerkam, tanpa ampun dan tanpa jeda.
Juned menyebut KPK tidak boleh terseret angin intervensi, bisikan kelas elit, ataupun drama tarik-ulur yang membuat publik muak. Ia menekankan bahwa beberapa pihak, seperti Anwar Sadad yang asetnya telah disita, mestinya sudah melewati fase “menunggu panggilan” dan langsung naik level ke pemanggilan, pemeriksaan, hingga penahanan bila bukti-bukti benar-benar telah dikantongi KPK.
“Masyarakat itu butuh kepastian, bukan kabut tebal yang bikin sesak napas,” Ujar Juned ,20/11/2025 .
Ia menyampaikan keresahannya bahwa penanganan kasus dana hibah Jatim tak boleh lagi menjadi teka-teki berlarut-larut. Menurutnya, jika KPK ingin menjaga derajatnya tetap tegak di mata rakyat, langkah tegas terhadap para pihak yang disebut-sebut terlibat tidak bisa lagi ditunda.
GAPKM bahkan menyentil soal kemampuan KPK dalam mengurai kasus mega proyek Whoosh bila perkara hibah Jatim saja masih terseok-seok. “Kami apresiasi KPK karena sudah menjerat Sahat Simanjuntak, tapi kebanggaan itu baru terasa lengkap kalau Mahrus dan Anwar Sadad juga ditangkap, lalu diuji di pengadilan Tipikor berdasarkan bukti yang telah KPK kantongi.”
Menurut Juned, bila keduanya benar-benar ditetapkan dan ditangkap, publik akan menyaksikan betapa kerugian negara dalam kasus dana hibah Jatim bisa melonjak bak ombak tsunami, sebab alirannya diduga tidak hanya mampir ke kelompok masyarakat, tetapi juga ke sejumlah yayasan pendidikan. Tentu, semua dugaan itu harus diuji dan dibuktikan secara hukum.
Seruan GAPKM hari ini berdentum seperti palu godam yang menghantam tembok keheningan. Juned menutup pernyataannya dengan kalimat yang menegaskan betapa seriusnya situasi ini, “Jika ingin dipercaya rakyat, KPK harus bertindak tanpa gentar. Karena keadilan yang ditunda itu tak ubahnya seperti bara kecil yang dibiarkan merambat menjadi api besar.”
Redaksi
Editor : Badwi