Berita-compasnews.com || Sampang – Upaya pencarian besar-besaran dilakukan oleh Tim SAR gabungan terhadap seorang pria bernama Jumail (57), warga Dusun Candin, Desa Pulau Mandangin, yang dilaporkan hilang setelah terpental dari kapal di perairan setempat. Insiden kecelakaan laut ini terjadi pada Sabtu sore saat kapal yang ditumpangi korban tersangkut karang, hingga memicu operasi pencarian hari pertama (H1) yang dimulai sejak Minggu (17/05/2026) pagi di sekitar lokasi kejadian.
Kalaksa BPBD Sampang, Fajar Arif, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, memberikan keterangan resmi mengenai titik awal kecelakaan yang menimpa korban di Dusun Candin. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang masuk, korban saat itu sedang berada di bagian belakang kapal sebelum akhirnya terjadi benturan keras dengan karang yang menyebabkan korban terjatuh ke laut.
"Kejadian bermula pada Sabtu pukul 17:50 WIB ketika perahu yang ditumpangi korban tersangkut karang saat posisi sudah hampir sampai, sehingga korban yang berada di buritan terpental dan hilang, terlebih kondisi korban diketahui sedang menderita stroke," katanya.
Mohammad Hozin memaparkan lebih lanjut bahwa proses pencarian pada hari Minggu ini melibatkan koordinasi ketat antar instansi guna memperluas area penyisiran di wilayah perairan Sampang. Pihaknya telah membagi tim untuk menyisir permukaan air menggunakan berbagai armada laut milik pemerintah maupun bantuan dari warga setempat agar evakuasi dapat segera dilakukan.
"Kami mengerahkan personel dari BPBD, Sat Polairud Polres Sampang, hingga Basarnas Pos SAR Sumenep untuk melakukan penyisiran intensif menggunakan perahu karet dan speedboat di sekitar koordinat jatuhnya korban," ungkapnya.
Langkah teknis di lapangan juga melibatkan peran aktif dari perangkat desa dan masyarakat nelayan yang lebih memahami kontur arus bawah laut di Pulau Mandangin. Kehadiran masyarakat sangat membantu Tim SAR dalam memetakan titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi tersangkutnya korban setelah terseret arus pasca kecelakaan tersebut.
Hozin menegaskan bahwa penggunaan alat utama (Alut) SAR seperti speedboat milik Polairud dan perahu karet Basarnas dimaksimalkan untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh kapal besar. Sinergi antara petugas dan relawan menjadi kunci utama dalam operasi kemanusiaan ini, mengingat kondisi fisik korban yang membutuhkan penanganan cepat.
Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sampang yang terpantau cerah berawan diharapkan terus bertahan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian proses pencarian hingga korban ditemukan. Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus berada di lokasi dan melakukan pemantauan secara berkala di sepanjang pesisir dan tengah laut Pulau Mandangin.
Editor : Taufik