Rabu, 24 Jun 2026 12:46 WIB

Pengacara Muda Martin Tokan Takziah ke Rumah Duka Prof. Johan Silas, Kenang Sosok Humanis dan Visioner Kota Surabaya

Berita-compasnews.com, Surabaya – Kepergian tokoh arsitektur Indonesia, Johan Silas, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Surabaya dan berbagai kalangan yang pernah mengenal serta merasakan kontribusinya. Salah satunya adalah pengacara muda Surabaya, Martin Tokan, S.H., M.H., yang hadir memberikan penghormatan terakhir di rumah duka sebelum almarhum diberangkatkan menuju krematorium di kawasan Keputih, Surabaya.

Dalam suasana penuh haru, Martin Tokan mengenang sosok Prof. Johan Silas bukan hanya sebagai akademisi dan arsitek ternama, tetapi juga sebagai figur yang selama ini banyak memberikan nasihat dan bimbingan dalam perjalanan hidupnya.

“Beliau adalah sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan saya. Banyak nasihat dan pelajaran hidup yang beliau berikan hingga saya berada pada titik saat ini sebagai seorang pengacara. Saya menganggap beliau sebagai bapak angkat yang selalu memberikan teladan,” ujar Martin.

Menurut Martin, Prof. Johan Silas merupakan ilmuwan sekaligus tokoh pembangunan yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Kota Surabaya. Kontribusinya tidak hanya terlihat melalui karya-karya fisik, tetapi juga melalui pemikiran dan gagasan yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

“Beliau mengajarkan bahwa pembangunan kota bukan sekadar membangun gedung atau infrastruktur, melainkan bagaimana menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Cara berpikir beliau selalu visioner dan berpihak kepada rakyat kecil,” tambahnya.

Prof. Johan Silas dikenal luas sebagai pakar tata kota legendaris dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dedikasinya dalam bidang penelitian permukiman dan pengembangan kota yang inklusif mendapat pengakuan dunia melalui penghargaan bergengsi UN-Habitat Scroll of Honour Award pada tahun 2005.

Penghargaan tersebut diberikan atas pengabdian panjangnya dalam memperjuangkan konsep pembangunan perkotaan yang tidak mengorbankan masyarakat berpenghasilan rendah. Gagasan “kota kampung” yang diusungnya menjadi bukti bahwa modernisasi kota dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat kecil.

Salah satu warisan pemikiran penting yang hingga kini dirasakan manfaatnya adalah konsep pembangunan Rumah Susun Sombo (Rusunawa) sebagai solusi penataan kawasan permukiman perkotaan yang layak, aman, dan manusiawi bagi warga Surabaya.

Di tengah meningkatnya arus urbanisasi menuju Kota Surabaya, gagasan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan hunian yang tertata, sehat, hijau, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bagi banyak orang, Prof. Johan Silas bukan hanya dikenal karena keilmuan dan prestasinya, tetapi juga karena kepribadiannya yang sederhana, humanis, dan mampu merangkul semua kalangan. Kemampuannya menjembatani berbagai perbedaan pandangan, usia, dan latar belakang sosial menjadikan beliau sosok yang dihormati serta dicintai banyak orang.

“Keteladanan beliau akan selalu dikenang. Surabaya kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Namun warisan pemikiran, nilai-nilai kemanusiaan, dan pengabdiannya akan terus hidup dalam perjalanan kota ini,” ungkap Martin.

Di akhir penyampaiannya, Martin Tokan turut menyampaikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

"Berpulanglah dengan tenang ke rumah Bapa di Surga. Teladan, pengabdian, dan kasih yang telah Bapak berikan untuk bangsa ini akan selalu dikenang. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.

Kepergian Prof. Johan Silas memang menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh besar di dunia. Namun karya, gagasan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang telah ia tanamkan akan terus hidup, mengalun dalam setiap sudut Kota Surabaya yang turut dibangunnya dengan hati dan pengabdian.

Editor : Badwi