Rabu, 24 Jun 2026 02:25 WIB

Akses Jalan Warga Desa Kaloran Tertutup Tanah Urug, Aktivitas Terganggu dan Dikeluhkan Masyarakat

Berita-compasnews.com, Nganjuk — Warga Desa Kaloran mengeluhkan kondisi akses jalan yang tertutup tanah urug di area depan gedung KDMP. Jalan yang sehari-hari digunakan sebagai jalur utama aktivitas warga itu kini sulit dilalui dan dinilai membahayakan.

Berdasarkan keterangan warga, penutupan jalan akibat tanah urug tersebut sudah berlangsung hampir satu minggu. Hingga kini, material tersebut belum diratakan maupun dipadatkan, sehingga mengganggu lalu lintas warga yang melintas.

“Sudah hampir satu minggu dibiarkan begitu saja. Kami yang setiap hari lewat jadi harus ekstra hati-hati, takut terjadi kecelakaan,” ungkap salah satu warga.

Selain berpotensi membahayakan keselamatan, kondisi ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Akses yang terganggu membuat mobilitas menjadi terhambat, terutama bagi warga yang bergantung pada kelancaran jalur tersebut untuk bekerja maupun berdagang.

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah, baik di tingkat desa maupun instansi terkait di Kabupaten Nganjuk dan kecamatan setempat. Mereka meminta agar dilakukan pengawasan serta tindakan jika terdapat pelaksanaan kegiatan desa yang tidak sesuai aturan.

“Kami berharap ada tindakan dari pihak terkait. Kalau memang ada kegiatan pembangunan, seharusnya tidak sampai merugikan warga,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Kaloran saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa proses pengerjaan akan segera dilanjutkan. Ia menyebutkan bahwa alat berat akan didatangkan dalam waktu dekat untuk meratakan dan memadatkan tanah urug tersebut.

“Minggu depan baru kita datangkan alat ekskavator untuk pengerjaan pemerataan dan pemadatannya,” jelas Kepala Desa.

Warga kini berharap janji tersebut dapat segera direalisasikan agar akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Sony

Editor : Badwi